Tag

, ,

1. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

Universitas Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia Universitas Airlangga Surabaya unair

Pada permulaan tahun 1950 Fakultet Kedokteran cabang Surabaya baru memulai pendidikannya dan mahasiswanya baru di tingkat II, yang sebagian besar berasal dari Faculteit der Geneeskunde.

1954 Fakultet Kedokteran cabang Surabaya dipisahkan dari induknya Fakultet Kedokteran Universitet Indonesia pada tahun 1954 untuk selanjutnya digabungkan ke dalam lingkungan Universitas Airlangga. Tanggal 10 Nopember 1954 Universitas Airlangga dibuka oleh YM Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Mr. M. Yamin dan diresmikan oleh PYM Presiden RI Dr. Ir. Soekarno. Prasasti peresmian dapat dibaca di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Dengan demikian secara resmi pada tanggal 10 Nopember 1954 ditetapkan sebagai hari jadi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Selanjutnya Fakultas Kedokteran segera menetapkan bendera fakultas yang selalu dikibarkan bersama-sama dengan bendera fakultas-fakultas lain di lingkungan Universitas Airlangga di samping sang Merah Putih yang berada di tengah-tengah pada setiap Dies Natalis. Himne Airlangga telah diciptakan oleh putra-putri alumni Universitas Airlangga : dr. R. Bahrawi Wongsokusumo, MPH dan almarhum dr. Abdoes Saleh.

1958 Pada waktu itu Fakultas Kedokteran menggunakan bahasa pengantar bahasa Indonesia, meskipun masih banyak dosen-dosen Belanda. Pada tahun 1958 banyak dosen Belanda meninggalkan Indonesia akibat perselisihan antara Republik Indonsia dengan Belanda tentang pengembalian Irian Barat ke pangkuan RI. Untuk mengatasi kekurangan tenaga dosen, banyak mahasiswa diangkat menjadi asisten dosen, yang kemudian mereka dapat mengajar mahasiswa tingkat rendah.

1959 Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga mengadakan afiliasi dengan University of California, dan penandatanganan kontrak afiliasi dilakukan pada tanggal 8 Juli 1959 di Washington, DC. Kontrak afiliasi selama 6 tahun dan selama afiliasi tercatat 3 orang “Chief of Party” (kepala tenaga USA di Surabaya), yaitu : – Dr. WD. Forbus (1960-1962) – Dr. William A Reolly (1962-1963) – Dr. Donald L Ferris (1963-1935) Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga waktu itu dijabat oleh Prof. M. Zaman (1959-1965). Tujuan diadakannya afiliasi adalah meningkatkan mutu pendidikan dokter serta meningkatkan mutu para staf pengajar Fakultas Kedokteran. Dalam program afiliasi tersebut telah datang 29 tenaga pengajar dari amerika dan telah dikirimkan 89 tenaga pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ke University of California untuk memperdalam ilmu di bidang masing-masing.

1960 Lama pendidikan dokter pada program afiliasi disesuaikan, yaitu diperpendek menjadi 6 tahun (yang sebelumnya selama 7 tahun). Pola pendidikan dokter tidak banyak mengalami perubahan, tapi sistem evaluasi pendidikan mengalami perubahan yang cukup drastis yaitu diperkenalkannya “Multiple Choice Question” (MCQ) yang dimulai tahun 1960 ini. Afiliasi yang seharusnya baru berhenti pada tahun 1966, terpaksa berhenti pada tahun 1965 karena kondisi politik yang kurang menguntungkan,yang terjadi sebagai prolog peristiwa Gerakan 30 September (G 30 S) PKI. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga tak luput dari gejolak perjuangan menegakkan orde baru, dan pada 1966 Fakultas Kedokteran sempat tutup selama 6 bulan sewaktu dekan dijabat oleh Prof. Asmino.

1968 Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ditunjuk pemerintah sebagai Fakultas Kedokteran Pembina, dengan tugas antara lain membantu pembangunan fakultas-fakultas kedokteran lain yang baru didirikan.

1969 Beberapa tahun setelah progtam afiliasi berakhir, lama pendidikan di Fakultas Kedokteran dikembalikan lagi menjadi 7 tahun.

1982 Pada tahun 1982 dimulai penerapan Sistem Kredit Semester (SKS), dan lama pendidikan diperpendek lagi menjadi 6 tahun. Hal ini berlaku untuk semua pendidikan dokter di Indonesia sampai saat ini.

2. Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma

wk

Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya merupakan perwujudan dari cita-cita luhur Yayasan Wijaya Kusuma , menyusul didirikannya Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang telah tersusun sejak berdiri pada tanggal 22 Juni 1981, telah tercantum rencana untuk segera mendirikan Fakultas Kedokteran, menyusul setelah 6 fakultas berdiri. Untuk realisasinya kemudian dibentuk Tim Studi Kelayakan yang pada bulan Oktober 1982 telah menyelesaikan tugasnya. Dengan telah tersusunnya Studi Kelayakan kemudian pada tahun 1985 Rektor membentuk Panitia Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan Rektor nomor Kep. 17/UWK/VII/1985 tanggal 15 Agustus 1985. Panitia yang diketuai oleh Prof. dr. H.S.M. Soeatmadji ini segera menyusun program kerja untuk mempersiapkan pendirian Fakultas Kedokteran. Akhirnya dengan kerja giat Panitia Fakultas Kedokteran melaksanakan kegiatan operasionalnya dalam tahun akademik 1986/1987. Landasan penyelenggaraan Pendidikan Kedokteran ini didasarkan pada ketentuan dan kebijaksanaan Depatermen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) saat itu dan Konsorsium Ilmu-ilmu Kesehatan (Consortium Health Sciences) serta kondisi-kondisi setempat.

Program struktural nya didasarkan atas Peraturan Pemerintah (PP) nomor 5/1982, dengan mengacu pada Kurikulum Inti Pendidikan Dokter Indonesia (KIPDI) tahun 1982 sesuai dengan SK Mendikbud Nomor : 0211/U/ 1982. 
Kegiatan akademik dimulai pada tahun akademik 1986/1987 berdasarkan Ijin operasional dari Kopertis Wilayah VII nomor : 357/O/1986 tanggal 25 April 1986. Pada tahun 1988 Fakultas Kedokteran memperoleh status sebagai Fakultas dengan status terdaftar menurut SK Mendikbud nomor 0240/O/1988.
Fakultas Kedokteran UWKS didukung oleh para staf pengajar dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga baik sejak rencana berdirinya (duduk sebagai panitia pendiri) maupun operasionalisasi belajar mengajar, dan juga dukungan dari Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Timur. Bentuk dukungan Pemerintah Daerah tersebut adalah dibangunnya Laboratorium Laboratorium Perguruan Tinggi Swasta di Kompleks Perguruan Tinggu UWKS untuk Kedokteran Dasar Umum. 
Pada saat ini Fakultas Kedokteran UWKS telah terakreditasi dengan peringkat B pada tahun 1998 dengan SK nomor 001/BAN-PT/AK-1/VIII/1988, dan status tersebut masih dipertahankan pada akreditasi periode berikutnya menurut Keputusan Badan Akreditasi Nasional nomor 012/BAN-PT/AK-VII/S1/VII/2003 tanggal 9 Juli 2003.

Dalam periode yang akan dating diharapkan status akan meningkat menjadi peringkat A dengan berbagai upaya diantaranya perubahan kurikulum berbasis kompetensi dengan metode pembelajaran problem based learning (PBL), penambahan sarana dan prasarana pendidikan serta peningkatan baik kualitas maupun kuantitas sumber daya manusia yang terlibat dalam proses pendidikan kedokteran di dalamnya.

3. Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah

hang tuah

 

Didorong oleh cinta tanah air dan tanggungjawab terhadap kehidupan serta kelangsungan hidup bangsa, khususnya dalam usaha untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa guna melahirkan dan membina sumber daya manusia yang ahli dan terampil di bidang kelautan, maka TNI AL telah membulatkan tekad untuk mendirikan suatu yayasan yang bergerak di bidang pendidikan tinggi.

Untuk mewujudkan tekad tersebut, maka pada tanggal 4 Maret 1987 telah di kukuhkan berdirinya Yayasan Nala dengan akta pendidrian Nomor 5 di hadapan notaris R. Soedjono di Surabaya. Yayasan Nala ini didirikan dengan maksud dan tujuan sebagai peran serta TNI AL dalam pembangunan nasional, khususnya pembangunan di bidang pendidikan tinggi sesuai dengan sistem pendidikan nasional yang yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pendidikan yang dimaksud berwawasan kelautan, sehingga dapat mendukung tersedianya sumber daya manusia yang ahli dan terampil dalam dunia kemaritiman dalam jumlah yang memadai.

Selanjutnya pada tanggal 14 Maret 1987, pemimpin TNI AL membentuk panitia kerja persiapan pendirian Universitas Hang Tuah Surabaya yang beranggotakan 5 (lima) orang perwira TNI AL, yakni Laksma TNI Anwar Afandi sebagai ketua, Kol. Laut (KH) Drs. Soekimin Pranoto sebagai wakil ketua, Letkol. (P) Kamidjo sebagai sekretaris, Kol Laut Budi Subagyo, Kol (Purn) Suradi, Letkol Laut (T) Sudarto, B.A sebagai anggota.

Dengan usaha keras dari panitia kerja ini, maka pada tanggal 12 Mei 1987, bertepatan dengan Hari Pendidikan TNI AL, Universitas Hang Tuah Surabaya diresmikan oleh Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI R. Kasenda. Untuk pertama kali yang menjabat sebagai rektor adalah Laksma TNI Suyoso Sukarno, Ph.D (Wagub. AAL)

UHT menyelenggarakan perkuliahan di Kampus Teluk Bayur No.6 Surabaya (eks gedung Mess Kowal). Fakultas-fakultas yang dibuka adalah Fakultas Teknologi Kelautan, Fakultas Teknik, Fakultas Perikanan, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Administrasi dan fakultas Hukum. Sementara badan Hukum (BPH) Yayasan Nala yang berkedudukan di Surabaya juga telah berhasil membentuk Ketua Harian yayasan Nala yang dijabat oleh Mayor Jenderal TNI (Mar) Edi Hidrosin (Gubernur AAL). Nama Nala diambil dari tokoh sejarah kerajaan Majapahit, seorang panglima Angkatan Laut Kerajaan Majapahit yaitu Laksamana Nala.

Dalam upaya pembinaan manajemen yang lebih terpadu, pada tanggal 20 April 1987 Kasal selaku Ketua Dewan Yayasan Nala, mengeluarkan beberapa surat keputusan penting tentang pengangkatan jabatan. Namun karena padatnya tugas-tugas KASAL, maka berdasarkan surat keputusan Nomor 1322, tanggungjawab Ketua Dewan Pengurus Yayasan Nala dialihkan dari Kasal kepada Deputi Kasal Bidang Operasi berdasarkan akta nomor 10 Notaris R. Soedjono di Surabaya tanggal 23 Mei 1988.

Universitas Hang Tuah yang berwawasan kelautan, dapat menunjukkan secara jelas Pola Ilmiah Pokok (PIP), yakni ilmu dan teknologi kelautan, sesuai dengan aspirasi TNI AL dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Program studi S-1 dan program diploma III yang ada di Universitas Hang Tuah antara lain : Fakultas Teknologi kelautan memiliki program studi S-1 Oseanografi, program diploma III nautika, (MPB-III) dan teknika (AMK-A). Fakultas Teknik dengan program studi S-1 Teknik perkapalan, Teknik Sistem Pekapalan, dan Teknik Elektro pad tahun 1993 . Fakultas Perikanan dengan program studi S-1 Budidaya Perairan, Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Teknologi Hasil Perikanan. Fakultas Kedokteran Umum dengan muatan lokal kesehatan maritim. Fakultas Ilmu Administrasi dengan program studi Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Administrasi Niaga. Fakultas Hukum dengan program studi ilmu hukum dengan penekanan pada hukum internasional. Fakultas Kedokteran Gigi dengan Program studi ilmu kedokteran gigi.

Melihat perkembangan UHT yang makin cerah, maka dirasakan perlunya perluasan kampus untuk mengimbangi animo masyarakat yang ingin masuk ke UHT. Berkaitan dengan ini, maka Yayasan Nala membangun kampus terpadu di Sukolilo dedngan luas 50 ha. Letak kampus ini sangat ideal karena jauh daru kebisingan kota dan juga dekat dengan pusat pendidikan lain. Pembangunan kampus takap pertama sebesar 10 ha telah diresmikan pada tanggal 9 april 1988 oleh Kasal Laksamana TNI R. Kasenda. Pada tanggal 4 desember 1989 kampus baru diresmikan penggunaannya oleh Kasal Laksamana TNI M. Arifin. Selanjutnya kegiatan akademik UHT dialihkan ke jalan arif rahman hakim 150 Surabaya. Yayasan Nala juga membangun beberapa fasilitas kampus fakultas kedokteran di kompleks rumah sakit TNI AL DR. Ramelan Surabaya yang juga berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan fakultas kedokteran UHT.

4. Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

widya mandala

 

Perguruan Tinggi yang kini dikenal sebagai Universitas Katolik Widya Mandala Madiun ini semula merupakan bagian integral dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya – Madiun. Universitas ini dikelola oleh Yayasan Widya Mandala yang berkedudukan di Surabaya. Berikut ini sejarah singkat Universitas Katolik Widya Mandala Madiun dalam kaitannya dengan Universitas Katolik Widya Mandala seluruhnya.

Yayasan Widya Mandala didirikan pada tanggal 7 Juli 1958 oleh Bapa Uskup Surabaya Mgr. J. Klooster, C.M., yang disahkan dengan Akte Notaris Anwar Mahajudin Nomor 42/1960 tanggal 11 Agustus 1960. Tugas utama Yayasan Widya Mandala adalah mendirikan sebuah perguruan tinggi di lingkungan Keuskupan Surabaya.

Tanggal 20 September 1960, Yayasan Widya Mandala mendirikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan 2 (dua) jurusan yaitu Jurusan Ilmu Pendidikan yang dikelola oleh Romo Prof. Dr. Janssen, C.M.dan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang dikelola oleh Suster Dra. Dionysia Michel, OSU. FKIP ini semula berkedudukan di Jalan Wilis Madiun (sekarang Jalan A. Yani No. 7 Madiun). Kemudian pindah ke Jalan Manggis No. 15 – 17 Madiun.

Pada tanggal 1 September 1961, Yayasan Widya Mandala mendirikan Jurusan Ilmu Alam yang berkedudukan di Jalan Dinoyo No. 42 Surabaya. Pada tanggal 1 September 1962 didirikan pula Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris yang juga berkedudukan di Jalan Dinoyo No. 42 Surabaya.

Fakultas-fakultas lain dan Lembaga-lembaga Pendidikan yang kemudian didirikan selain FKIP tersebut adalah: Fakultas Farmasi, Fakultas Ekonomi, Lembaga Pendidikan Sekretaris, Lembaga Pendidikan Ajun Akuntan, dan Lembaga Pendidikan Teknik Radio dan Televisi, yang seluruhnya berkedudukan di Jalan Dinoyo No. 42 Surabaya.

Sampai tahun 1965, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya – Madiun mempunyai tiga fakultas, yaitu:

1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan empat jurusan, yaitu:

a. Jurusan Ilmu Pendidikan (di Madiun)

b. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (di Madiun)

c. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (di Surabaya)

d. Jurusan Ilmu Alam (di Surabaya)

2. Fakultas Farmasi (di Surabaya)

3. Fakultas Ekonomi (di Surabaya)

Pada tanggal 7 Agustus 1965, Yayasan Widya Mandala menjadikan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya – Madiun menjadi dua perguruan tinggi, yaitu: IKIP Katolik Widya Mandala dan Universitas Katolik Widya Mandala. Pada tanggal 27 Agustus 1969, IKIP Katolik Widya Mandala disatukan kembali ke dalam Universitas Katolik Widya Mandala sebagai Fakultas Ilmu Pendidikan bagi Jurusan Ilmu Pendidikan dan Fakultas Ilmu Keguruan bagi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, dan Jurusan Ilmu Alam.

Pada tahun 1969 sampai 1976, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris membuka kelas paralel di Madiun.

Pada tahun 1985, karena Dirjen Dikti tidak memperkenan Perguruan Tinggi Swasta memiliki dua kampus di dua kota diluar radius tertentu, maka Jurusan yang ada di kampus Madiun dipisahkan dari Jurusan yang ada di kampus Surabaya. Karena di Madiun hanya ada dua Jurusan, maka menjadi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Katolik Widya Mandala Madiun, berdasarkan SK Mendikbud Nomor 070/Q/1985, Nomor 071/Q/1985, dan Nomor 072/Q/1985, tanggal 18 Februari 1985.

Pada tanggal 26 Mei 1986, atas usulan Yayasan Widya Mandala, Uskup Surabaya Mgr. A. Dibyokaryono, Pr. Dengan Akte Notaris Elly Nangoy S.H. Nomor 25, mendirikan Yayasan baru yang bernama Yayasan Widya Mandala Madiun, dengan Ketua Romo Dr. St. Reksosusilo, CM. Selanjutnya Bapa Uskup melimpahkan kepada yayasan baru tersebut pendelegasian hak milik atas semua aset yang ada di Madiun, baik tanah, gedung, perabot, perlengkapan, maupun segala sarana dan prasarana, baik yang lama maupun yang baru, dan melimpahkan pendelegasian hak dan wewenang untuk menyelenggarakan, mengurus dan mengembangkan lebih lanjut STKIP Katolik Widya Mandala Madiun. Kemudian sebagaimana dicatat dalam Akte Notaris Elly Nangoy S.H. (No. 25, tanggal 26 Mei 1986), STKIP Katolik Widya Mandala Madiun secara resmi dipisah dari Widya Mandala Surabaya.

Dengan demikian STKIP Katolik Widya Mandala Madiun mendapat otonomi dan mengelola Jurusan Ilmu Pendidikan Program Studi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Jenjang D-3 dengan Status Disamakan, dan S-1 dengan Status Terdaftar, serta Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jenjang D-3 dengan Status Diakui dan Jenjang S-1 dengan Status Terdaftar.

Pada tahun akademik 1986/1987 STKIP Katolik Widya Mandala Madiun membuka jurusan baru, yaitu Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JP MIPA), dengan Program Studi Pendidikan Matematika Jenjang S-1. Tahun berikutnya dibuka jurusan baru JP MIPA Program Studi Pendidikan Biologi Jenjang S-1. Namun tiga semester kemudian jurusan tersebut terpaksa dihentikan karena Pemerintah menganggap jenuh Jurusan Kependidikan (Surat Dirjen Dikti No. 20/D.4.II/II/1989).

Untuk mengantisipasi perkembangan dengan semakin melimpahnya lulusan sarjana kependidikan, maka pada tahun 1990/1991 Yayasan Widya Mandala Madiun membuka dua Sekolah Tinggi baru, yaitu Sekolah Tinggi Bahasa Asing (ST BA) Widya Mandala Madiun Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (SK Mendikbud No. 0323/0/1990 tanggal 1 Mei 1990), dan ST MIPA (Sekolah Tinggi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) Widya Mandala Madiun Jurusan Biologi Program Studi Biologi Lingkungan (SK Mendikbud No. 0324 /Q/1990 tanggal 1 Mei 1990).

Pada tanggal 31 Desember 1991 tiga Sekolah Tinggi tersebut dimerger menjadi Universitas Katolik Widya Mandala Madiun, dengan SK Mendikbud Nomor 0687/Q/1991).

Sampai dengan tahun 2011 Universitas Katolik Widya Mandala Madiun telah memiliki 6 Fakultas dengan 9 Jurusan/Program Studi, yaitu :

1. FKIP dengan 3 program studi, yaitu:

a. Program Studi Bimbingan dan Konseling

b. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

c. Program Studi Pendidikan Matematika

2. Fakultas Sastra dengan Program Studi Sastra Inggris.

3. Fakultas MIPA dengan Program Studi Biologi.

4. Fakultas Teknik dengan Program Studi Teknik Industri.

5. Fakultas Ekonomi dengan 2 program studi, yaitu Program Studi Manajemen dan Program Studi Akuntansi.

6. Fakultas Psikologi dengan Program Studi Psikologi.

5. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

unibraw

 

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya berawal dari sebuah sekolah kedokteran swasta bernama Sekolah Tinggi Kedokteran Malang (STKM) yang didirikan pada tanggal 14 September 1963 . Walaupun demikian pendidikan kedokteran sudah dikenal di kota Malang 17 tahun sebelumnya. Sekitar tahun 1946, telah berkumpul sebagian besar staf pengajar eks-sekolah kedokteran di Surabaya NIAS (Nederlands Indische Artsen School) STOVIT (School Tot Opleidig Van Indische Tandartsen), mahasiswa tingkat lanjut eks-IKA DAIGAKU/SHIKA IGAKUBU (sebutan untuk sekolah kedokteran / kedokteran gigi di zaman pendudukan Jepang) dari Jakarta dan Surabaya beserta staf personilnya. Perkumpulan ini bertekad meneruskan pendidikan kedokteran dan kedokteran gigi melalui pendirian Balai Pendidikan Tinggi Kedokteran/Kedokteran Gigi pada bulan Februari 1946 dengan memanfaatkan fasilitas Rumah Sakit Tentara Divisi VII di Celaket (sekarang RSUD dr. Saiful Anwar Malang) dan Rumah Sakit Umum di Sukun (sekarang Rumah Sakit DAM VIII/Brawijaya /RSAD Soepraoen). Dari Balai Perguruan Tinggi Kedokteran/Kedokteran Gigi Malang inilah lahir 12 lulusan dokter gigi pertama di Republik Indonesia yang berasal dari perguruan tinggi dalam negeri.

Pada bulan Juni 1947, Balai Perguruan Tinggi Kedokteran Malang terpaksa menghentikan kegiatannya setelah Belanda berhasil menduduki kota Malang . Pendidikan kedokteran kemudian dilanjutkan di Jakarta dan Surabaya dengan fasilitas dan tenaga yang lebih lengkap setelah Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia.

Pemikiran untuk mendirikan kembali Sekolah TInggi Kedokteran di Malang muncul kembali pada tahun 1960-1962. Dengan dukungan tokoh-tokoh masyarakat Malang pada saat itu, panitia ad hoc Ikatan Dokter Indonesia Cabang Malang memulai pembentukan Panitia Pendiri Fakultas Kedokteran. Atas bantuan penuh dari pejabat-pejabat sipil dan militer di kota Malang , akhirnya pada tanggal 14 September 1963 bertempat di Balai Kota Malang, diresmikanlah Sekolah Tinggi Kedokteran Malang (STKM) yang berstatus swasta.

Pada tanggal 14 Januari 1974, Sekolah Tinggi Kedokteran Malang resmi bergabung dengan Universitas Brawijaya yang berstatus perguruan tinggi negeri dan berganti nama menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

6. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang

images

Program Studi Pendidikan Dokter didirikan untuk memenuhi tuntutan masyarakat atas fasilitas pelayanan kesehatan yang masih belum merata di Indonesia. Menyongsong era yang penuh dinamika ini, diharapkan sumbangan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang dalam mencetak dokter-dokter yang profesional berlandaskan ilmu pengetahuan dan keprofesian serta etik kedokteran yang Islami. dengan berbagai fasilitas, sistem layanan akademik dan kemahasiswaan, serta nuansa ke ISlaman, InsyaAllah mahasiswa dapat mengembangkan diri dalam suasana belajar yang kodusif dan menyenangkan.

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang mendapatkan ijin pendirian tertanggal 25 September 2001 dengan no:3079/D/T/2001, tanggal 9 Maret 2005 dengan no: 918/D/T/2005 mendapatkan perpanjangan ijin penyelenggaraan Program STudi dan tertanggal 7 September 2007 dengan no: 020/BAN-PT/Ak-X/SI/IX/2007 Program Studi Pendidikan Dokter UMM Peringkat Akreditasi B

7. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang

unisma

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK UNISMA) berdiri sejak tanggal 31 Maret 2005 dengan ijin penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) melalui SK Dirjen DIKTI No 1133/D/T/2005 dan ijin perpanjangan SK Dirjen DIKTI No 3198/D/T/2007.

Fakultas Kedokteran UNISMA merupakan Fakultas Kedokteran pertama di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), memiliki visi mewujudkan pendidikan tinggi kedokteran di UNISMA manjadi salah satu fakultas kedokteran terkemuka dalam pendidikan kedokteran khususnya dalam pemanfaatan keanekaragaman hayati sebagai penunjang pengobatan dan berazaskan keislaman.

8. Fakultas Kedokteran Universitas Jember

logo_resmi_unej

Universitas Jember semula berasal dari universitas swasta yang bernama Universitas Tawang Alun yang berkedudukan di Jember, Jawa Timur yang didirikan pada tanggal 25 Nopember 1957 dibawah Yayasan Pendidikan Tawang Alun dengan Anggaran Rumah Tangga yang dibuat di hadapan Notaris di Jember dengan Nomor 13 tanggal 08 Maret 1958.
 
Pada awalnya Universitas Tawang Alun hanya mempunyai Fakultas Hukum saja dan pada tahun 1960 ditambah Fakultas Administrasi Niaga dan Perusahaan, yang kemudian menjadi Fakultas Sosial dan Politik.
Karena minat untuk memasuki perguruan tinggi sangat besar dan pada tahun 1962 ditambah dengan 2 Fakultas baru yaitu Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran yang berstatus negeri berdasarkan SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 95 tahun 1962 di bawah binaan Universitas Airlangga Surabaya dengan Dekan dr. Chr. Tjia, Chrurg
 
Oleh karena ada restrukturisasi Perguruan tinggi di Indonesia, berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP tanggal 05 Januari 1963 Universitas Tawang Alun menjadi binaan Universitas Brawijaya Malang dan berganti nama menjadi Universitas Brawijaya Cabang Jember.
Fakultas Kedokteran Cabang Universitas Brawijaya di Jember pada waktu itu di pimpinan oleh dr. Soenarjo.
 
Pada tanggal 09 Nopember 1964 diterbitkan Surat Keputusan Menteri PTIP No. 151/1964 yang menyatakan bahwa Universitas Brawijaya Cabang Jember berdiri sendiri dengan status Negeri menjadi Universitas Negeri Djember yang disingkat UNED. Oleh karena Rumah Sakit dr. Soebandi Jember pada saat itu baik SDM maupun sarana dan prasarana belum siap sebagai “Teaching Hospital“, maka dengan SK yang sama untuk kegiatan Fakultas Kedokteran dibekukan dan semua mahasiswanya diijinkan (dengan Surat Keputusan Menteri PTIP) melanjutkan studi ke Fakultas Kedokteran Negeri dan Swasta di seluruh Republik Indonesia, kecuali ke Fakultas Kedokteran UI Jakarta, karena UI telah menerapkan kurikulum blok. Pengajar tetapnya waktu itu adalah : dr. Soenarjo, dr. Kwa Tjong Hwat, dr. Adiwiyanto dan dr. Mochtar. Pengajar luar biasa : semua dokter di kota Jember.
Sejak tahun 1990 dirintis kembali pembentukan Fakultas Kedokteran di Jember dengan membuat proposal Program Studi Pendidikan Dokter dan mendapat dukungan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur dan respons yang positif dari Gubernur Kepala Daerah Tingkat I di wilayah Indonesia Timur yaitu NTB, NTT dan Timor Timur.
 
Pada tahun 1997 diadakan Lokakarya Pengembangan Fakultas Fakultas Kesehatan di Lingkungan Universitas Jember oleh Prof. Dr. Ma’rifin Husin sebagai Ketua Konsorsium Ilmu Kesehatan. Dimulailah era baru untuk persiapan pembentukan program tersebut yang kemudian diikuti oleh beberapa Lokakarya mengenai Kurikulum, Kesiapan RSUD. dr. Soebandi Jember, Kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya dan kerjasama dengan Rumah Sakit Kabupaten di sekitar Jember seperti Lumajang, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi, dan diakhiri dengan kunjungan Komisi Disiplin Ilmu Kesehatan pada tanggal 27 Desember 1999 dalam rangka pembukaan Program Studi Pendidikan dokter.
 
Pada tanggal 27 April 2000 dikeluarkan Keputusan dari Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 120/Dikti/Kep/2000 tentang pembukaan Program Studi S –1 Pendidikan Dokter di Universitas Jember.
 
Pada tanggal 27–29 Mei 2000 diselenggarakan Lokakarya persiapan pembukaan Program Studi Pendidikan Dokter yang membahas tentang pedoman Pelaksanaan Belajar Mengajar dan Pengembangan Sumber Daya serta kerjasama dengan rumah Sakit dr. Soebandi sebagai lahan praktek serta persiapan penerimaan mahasiswa baru.
 
Pada tanggal 23 Juni 2000 dilaksanakan pelantikan pimpinan Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Jember yaitu ;
Ketua Program : Prof. dr. Soenarjo.
Wakil Ketua : dr. Wasis Prajitno, Sp. OG.
Sekretaris I : dr. Cholis Abrori.
Sekretaris II : dr. Dita Diana Parti
Sekretaris III : dr. Yuli Hemansyah.
 
Kegiatan belajar mengajar di Program Studi Pendidikan Dokter resmi dimulai pada tahun Akademik 2000/2001 pada tanggal 04 September 2000 dengan mahasiswa angkatan pertama sebanyak 68 orang.
Sejak Juli 2001 oleh karena Prof. dr. Soenarjo memasuki masa Purnabhakti, kemudian Ketua Program dijabat oleh dr. Wasis Prajitno, Sp.OG.
 
Pada tanggal 02 Januari 2003 : RSUD dr. Soebandi Jember diresmikan oleh Menteri Kesehatan R.I menjadi Rumah Sakit Type B Pendidikan sebagai “ Rumah Sakit Pendidikan “ bagi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Jember.
Sejak tanggal 19 Juni 2006 telah terbit SK Nomor : 4557/J25/PP.9/2006 tentang pembentukan Fakultas Kedokteran Universitas Jember dengan dekan pertama adalah dr. Wasis Prajitno, Sp.OG .
 
Dekan kedua adalah Prof. dr. Bambang Suhariyanto, Sp. KK (K). Saat ini FK UJ dipimpin oleh dekan yang ketiga yaitu dr. Enny Suswati, M.Kes. Dari awal berdirinya sampai dengan januari 2011 FK UJ telah meluluskan sebanyak 538 orang tahap S1 (S.Ked) dan 327 orang tahap profesi (dr.)

9. Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

logo_Unram

Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Unram yang didirikan berdasarkan Surat Dirjen Dikti Nomor 1236/D/T/2003 tanggal 18 Juni 2003 telah melaksanakan kegiatan Tridharma sejak tahun akademik 2003/2004. Penyelenggaraan proses belajar mengajar di PSPD sampai saat ini telah berjalan dengan baik sesuai rencana. Untuk penyelenggaraan program pendidikan akademik, PSPD berkerjasama dengan Fakultas Kedokteran Udayana (FK UNUD) dalam proses pembelajaran mata kuliah preklinik dan paraklinik, dan dengan RSUD Mataram/Dikes Provensi NTB dalam proses pembelajaran mata kuliah klinik. Berdasarkan surat Rektor Unram Nomor : 10.146/H18/HK/2007 tanggal 25 Agustus 2007 Program Studi Pendidikan Dokter diubah menjadi Fakultas Kedokteran Unram. Sampai dengan tahun akademik 2011/2012 Fakultas Kedokteran Unram telah meluluskan dokter sebanyak  101 orang.

10. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram

unizar

Universitas Islam Al-Azhar Mataram merupakan salah satu perguruan tinggi islam swasta di Mataran, NTB. Universitas Islam Al-Azhar Mataram didirikan pada tanggal 26 Juni 1979. Sampai saat ini telah berdiri 6 prodi pendidikan yaitu:

  • Pendidikan Dokter
  • Teknik Sipil
  • Biologi
  • Agribisnis
  • Ekonomi Pembangunan
  • Ilmu Hukum

11. Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

unud

Tahun 1961 AA Bagus Sutedja adalah seorang Gubernur Bali yang ambisius, idealis dan sangat patriotik. Maklum beliau adalah pejuang yang dulu ikut bergerilya di hutan mengusir penjajah Belanda

Beliau sangat tidak suka dengan segala macam yang berbau barat karena mengingatkan kesan akan penjajah di masa lampau. Sementara itu para expatriat masih banyak diperkerjakan sebagai tenaga ahli di Bali pada waktu itu karena memang kekurangan tenaga ahli terutama dibidang kedokteran.

Sutedja sangat ingin segera mengusir para dokter expatriat itu lalu menggantikanya dengan tenaga ahli lokal. Mengandalkan tenaga ahli dari Jawa tidak mungkin karena di Jawa juga kekurangan tenaga ahli. Satu satunya cara adalah menciptakan tenaga ahli sendiri. Ini adalah suatu visi panjang ke depan Sutedja kala itu.

Ide dan mimpinya tentang mendirikan sekolah kedokteran itu sering beliau beberkan pada teman teman tokoh lainnya. Salah satunya kepada Kepala Kesehatan Propinsi Bali pada waktu itu Dr Djelantik. Dr Djelantik yang tahu bagaimana persyaratan dan kebutuhan untuk membangun sebuah fakultas kedokteran menganggap ide Sutedja terlalu dini.

Selama tidak kurang tiga tahun Dr Djelantik harus mendengarkan mimpi Sutedja yang terasa mengambang di awang-awang itu. Segala penjelasan Dr Djelantik tidak bisa meyakinkan Sutedja bahwa kini belum saatnya membangun fakultas kedokteran. Sutedja berharap terlalu besar kepada Dr Djelantik karena Dr Djelantik sebagai dokter lulusan Belanda dianggap mampu merealisasikan mimpinya tersebut.

Sampai suatu saat, awal tahun 1961 Bung Karno datang berkunjung ke Bali. Pada sebuah pertemuan informal antara Bung Karno, Sutedja, Dr Djelantik dan beberapa tokoh penting Bali lainnya, Sutedja menceritakan idenya tersebut kepada Bung Karno.

Bung Karno kemudian meminta penjelasan Dr Djelantik sebagai dokter yang diisyaratkan Sutedja mampu merealisasikan idenya. Dr Djelantik kemudian memberikan pandanganya bahwa melihat kenyataan sekarang ini rasanya tidak mungkin bisa terwujud dalam waktu dekat.

Jika kita memang mau mendirikan fakultas kedokteran dengan sumber daya kita sendiri maka dibutuhkan waktu paling tidak sepuluh tahun lagi untuk menunggu lulusan fakultas kedokteran dari Jawa. Lagi pula dari mana kita akan dapatkan dananya? Begitu penjelasan Dr Djelantik.

Bung Karno tertegun sesaat lalu memandang ke arah Dr Djelantik. Saling pandang untuk sesaat kemudian Bung Karno tersenyum dan dengan suara mantap beliau berkata:

Baiklah Djelantik, saya tahu kamu menyelesaikan kedokteranmu di Belanda. Saya kira kamu tahu cara yang terbaik untuk mewujudkannya berdasarkan apa yang telah kamu pelajari disana. Jangan lupa bahwa negara kita masih negara berkembang.

Kamu masih perlu belajar tentang motto saya vivere in pericoloso, dan mesti ngerti bahwa kita tidak akan mencapai tujuan kalau harus menunggu sampai semuanya siap, kita harus berani ambil risiko.

Walaupun Dr Djelantik mengerti maksud motto yang sering dipakai di berbagai pidato Bung Karno itu tapi dengan gusar Dr Djelantik keceplosan dengan mengatakan, “Maksud Bapak bagaimana?”.

Bung Karno tertawa terbahak lalu menjawab dengan lantang:

Dokter, laksanakan perintah saya Presiden Republik Indonesia. Saya pikir Anda orang yang tepat dan mampu mewujudkan keinginan saya. Keinginan saya adalah mendirikan sekolah kedokteran sesegera mungkin.

Saya akan menginstruksikan kepada semua aparat terkait untuk memberikan semua dukungannya atas apapun yang dibutuhkan. Saya ulangi sekali lagi, ini perintah.

Bagi Dr Djelantik semuanya sudah menjadi sangat jelas dan setelah menelan ludah beberapa kali Dr Djelantik menjawab: “Baik Pak, saya mengerti.”

Tidak ada pilihan lain bagi Dr Djelantik yang baru saja meniti karirnya. Dr Djelantik melirik kearah Gubernur Sutedja yang terlihat puas dan sumringah, begitu juga para pejabat dan tokoh penting lainnya yang hadir.

Pada saat rapat dengan aparat terkait sadarlah Dr Djelantik bahwa sebenarnya Sutedja sudah melakukan pendekataan dengan beberapa tokoh lain dan merencanakan tidak hanya mendirikan sebuah sekolah kedokteran tapi bahkan sebuah universitas. Bahkan sudah terbentuk beberapa panitia untuk persiapan pendirian universitas yang di kemudian hari bernama Universitas Udayana.

Sementara para panitia menyiapkan formatur dan legal formal pendirian universitas, Dr Djelantik segera bekerja. Sebagai direktur RSUP Sanglah Dr Djelantik menyediakan ruang aula Rumah Sakit untuk perkuliahan. Menata bangku kelas untuk kuliah fisika, kimia, biologi dan membentuk dua laboratorium sederhana. RSUP Sanglah masih bisa melayani orang sakit tanpa aula.

Masalah timbul ketika kekurangan tenaga dan peralatan. Kemudian Dr Djelantik mengirim surat secara pribadi kepada dekan fakultas kedokteran di Jakarta dan Surabaya untuk memohon bantuan tenaga pengajar dan peralatan untuk tahun pertama perkuliahan.

Beruntung simpati dan dukungan diberikan dari beberapa pengajar muda tanpa pamrih. Sebagai tambahan Dr Djelantik memberikan staff administrasi paling berpengalaman dari RSUP Sanglah untuk ikut membantu.

Akhirnya pada tahun 17 agustus 1962, Universitas Udayana resmi berdiri dengan empat fakultas, salah satunya adalah fakultas kedokteran dengan Dr Djelantik menjabat sebagai dekan.

12. Fakultas Kedokteran Universitas Warmdewa

untitled

Pada Rapat Kerja Daerah Korpri Bali di Kerta Sabha tanggal 12 Nopember 1983, Ketua Unit Korpri Universitas Udayana Drs. Putu Kuna Winaya mengusulkan pendirian Universitas Korpri, dimana dalam penyelenggaraan kelak dilandasi prinsip biaya terjangkau dan mutu terjamin.Usulan pendirian Universitas Korpri ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menampung aspirasi masyarakat yang belum terakomodasi pada Perguruan Tinggi Negeri waktu itu. Setelah mendapat ijin Korpri Pusat, Ketua Pengurus Korpri Bali (Drs. Sembah Subhakti) dan Ketua Korpri Unit Universitas Udayana (Drs. Putu Kuna Winaya) sepakat untuk mendirikan Universitas Korpri.

 Juni 1984 dilakukan langkah persiapan menyusun proposal pendirian Universitas Korpri di Bali dengan melibatkan unsur Korpri Universitas Udayana dan Korpri Pemda, sekaligus menyiapkan Badan Pendiri Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali

 Tanggal 17 Juli 1984 , Universitas Warmadewa resmi didirikan . Nama Universitas Warmadewa diberikan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali yang waktu itu dijabat Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, sebagai bentuk apresiasi terhadap Raja Bali zaman sebelum Majapahit dari Dinasti Warmadewa . Perkuliahan perdana dilakukan dihalaman Kampus Unud pada tanggal 17 September 1984 yang sampai sekarang diperingati sebagai hari lahirnya Universitas Warmadewa.

Adapun Prodi di Universitas Warmadewa meliputi:

1. Fakultas Teknik

2. Fakultas Ekonomi

3. Fakultas Pertanian

4. Fakultas Hukum

5. Fisipol

6. Fakultas Sastra

7. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

8. Pasca Sarjana

 

13. Fakultas Kedokteran Universitas Sam-Ratulangi

images (1)

Fakultas Kedokteran didirikan pada tanggal 28 Mei 1959 (selanjutnya diperingati sebagai tanggal lahirnya Fakultas Kedokteran UNSRAT) dalam lingkungan Universitas Sulawesi Utara Tengah (UNSUT) berdasarkan Surat Pekuper Nomor 522/Pert/Pekuper/1958 tertanggal 5 Mei 1959 yang selanjutnya diakui sebagai Fakultas Kedokteran Negeri pada tanggal 26 Desember 1961 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan RI Nomor 8242/UP/II/61 dan kemudian dengan   Surat Keputusan Presiden RI Nomor 227 Tahun 1965 ditetapkan sebagai Fakultas Kedokteran UNSRAT.

 

14. Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako

logo-untad-universitas-tadulako-www.kakarmand.blogspot.com+etiket

Universitas Tadulako merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia yang berkedudukan di Kota Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah. Universitas ini berdiri sendiri sebagai perguruan tinggi negeri pada tahun 1981 sejak diterbitkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 36 tertanggal 14 Agustus 1981.

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan didirikan di Tadulako sejak awal tahun 2008 dan trdiri atas 2 prodi yaitu Program Studi Pendidikan Dokter dan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat.

 

15. Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairat

Universitas AlKhairat

Berdirinya Universitas Alkhiaraat adalah kilas balik dari keberadaan pendidikan islam Alkhairaat di Lembah Palu, Sulawesi Tengah.

Pemerintah Indonesia melalui SK Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 0842/0/1989, tertanggal 16 Desember 1989, memberikan status terdfaftar bagi Fakultas Perikanan, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Sastra.

Pada tahun 1991 Fakultas Syariah diintegrasikan dalam Universitas Alkhiaraat dan diberikan kewenangan menyelenggarakan Program Strata Satu (S1) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor : 120 tahun 1991 yang membina dua Program Studi.

Pada Tahun 1991 Fakultas Pertanian juga terbentuk. Pada Akhir tahun 2006, izin penyelenggaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terbit melalui SK DIRJEN DIKTI dengan dua jurusan.

Pada tahun 2009, izin penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Dokter juga dikeluarkan oleh DIRJEN DIKTI.

Saat ini Universitas Alkhairaat Palu telah memiliki 16 Program Studi yang terdiri dari delapan fakultas, yaitu :

(1) Fakultas Agama Islam

(2) Fakultas Perikanan

(3) Fakultas Ekonomi

(4) Fakultas Sastra

(5) Fakultas Pertanian

(6) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

(7) Fakultas Kedokteran

(8) Fakultas Teknik.

 

16.  Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

logo-unhas-warna

Mengawali berdirinya Universitas Hasanuddin secara resmi pada tahun 1956, di kota Makassar pada tahun 1947 telah berdiri Fakultas Ekonomi yang merupakan cabang Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Jakarta berdasarkan keputusan Letnan Jenderal Gubernur Pemerintah Hindia Belanda Nomor 127 tanggal 23 Juli 1947. Karena ketidakpastian yang berlarut-larut dan kekacauan di Makassar dan sekitarnya maka fakultas yang dipimpin oleh Drs L.A. Enthoven (Direktur) ini dibekukan dan baru dibuka kembali sebagai cabang Fakultas Ekonomi UI pada 7 Oktober 1953 di bawah pimpinan Prof. Drs. G.H.M. Riekerk. Fakultas Ekonomi benar-benar hidup sebagai cikal bakal Universitas Hasanuddin setelah dipimpin acting ketua Prof. Drs. Wolhoff dan sekretarisnya Drs. Muhammad Baga pada tanggal 1 September 1956 sampai diresmikannya Universitas Hasanuddin pada tanggal 10 September 1956.

Di saat terjadinya stagnasi Fakultas Ekonomi di akhir tahun 1950, Nuruddin Sahadat, Prof. Drs. G.J. Wolhoff, Mr. Tjia Kok Tjiang, J.E. Tatengkeng dan kawan-kawan mempersiapkan pendirian Fakultas Hukum swasta. Jerih payah mereka melahirkan Balai Perguruan Tinggi Sawerigading yang di bawah ketuanya Prof. Drs. G.J. Wolhoff tetap berusaha mewujudkan universitas negeri sampai terbentuknya Panitia Pejuang Universitas Negeri di bulan Maret 1950. Jalan yang ditempuh untuk mewujudkan universitas didahului dengan membuka Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat cabang Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) yang resmi didirikan tanggal 3 Maret 1952 dengan Dekan pertama Prof. Mr. Djokosoetono yang juga sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Dilandasi semangat kerja yang tinggi, kemandirian dan pengabdian, Fakultas Hukum yang dipimpin Prof. Dr. Mr. C. de Heern dan dilanjutkan Prof. Drs. G.H.M. Riekerk, dalam kurun waktu empat tahun mampu memisahkan diri dari Universitas Indonesia dengan keluarnya PP no. 23 tahun 1956 tertanggal 10 September 1956.

Langkah usaha Yayasan Balai Perguruan Tinggi Sawerigading untuk membentuk Fakultas Kedokteran terwujud dengan tercapainya kesepakatan antara pihak Yayasan dengan Kementerian PP dan K yang ditetapkan dalam rapat Dewan Menteri tanggal 22 Oktober 1953. Berdasarkan ketetapan tersebut dibentuklah Panitia Persiapan Fakultas Kedokteran di Makassar yang diketuai Syamsuddin Daeng Mangawing dengan Muhammad Rasyid Daeng Sirua sebagai sekretaris dan anggota-anggotanya yaitu J.E. Tatengkeng, Andi Patiwiri dan Sampara Daeng Lili. Pada tanggal 28 Januari 1956, Menteri P dan K Prof. Mr. R. Soewandi meresmikan Fakultas Kedokteran Makassar yang kelak berubah menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin seiring dengan diresmikannya Universitas Hasanuddin pada tanggal 10 September 1956.

 

17. Fakultas Kedokteran Universitas  Muhammadiyah Makassar

UNISMUH1

Upaya untuk mendirikan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan program studi Kedokteran di lingkungan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar adalah merupakan salah satu usaha menghasilkan tenaga sarjana di bidang kedokteran yang berwawasan Islami dan mampu berperan secara holistik dalam mengatasi Kesehatan Masyarakat di Indonesia yang dilandasi nilai etika dan moral Islami.

Pendirian Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar berawal dari  Kunjungan PRI Unismuh Mks.Dr. H. Abd.Rahman Rahim,SE,MM ke  Menteri Dinas Kesehatan (Mendiknas) RI Prof. Bambang Sudibyo tahun 2006 silam di jakarta.

Dari pertemuan tersebut melahirkan gagasan baru untuk mendirikan Fak.Kedokteran yang selanjutnya dilakukan berbagai pertemuan dengan pimpinan Unismuh lainnya antaranya yakni Rektor Dr. H. Irwan Akib.MPd, dan ketua BPH KH.Djamaludin Amien begitu juga dengan .dr.Budu.Ph,D kemudian dilanjutkan dengan melakukan kunjungan ke Dekan FK Unhas Dr.Irawan Yusuf serta melakukan kunjungan ke beberapa Fakultas Kedokteran Muhammadiyah di P.Jawa untuk studi Banding.

Setelah melalui beberapa tahap persiapan di tingkat Universitas, seperti: Penandatangan MOU kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Unhas dan Rumah Sakit Umum Syekh Yusuf Gowa, maka pada tahun 2007 proposal pendirian Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNISMUH diusulkan ke DIKTI di Jakarta.

Dari hasil usulan tersebut maka pada tanggal 16-17 Mei 2008 oleh Tim KKI (Konsil Kedokteran Indonesia) melakukan visitasi ke Universitas Muhammadiyah untuk melihat kelayakan pembukaan program studi.

Alhamdulillah dengan segala rasa syukur kepada Allah SWT, pada tanggal 29 Juli 2008, keluarlah izin operasional dari Dirjen Dikti untuk Program Studi Kedokteran  dengan No. 2422/D/T/2008

 

18. Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia 

images (2)

Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK-UMI), didirikan di Makassar, pada tanggal 8 Juni 1992. Sejak 14 tahun didirikannya, FK-UMI telah meluluskan 304 orang dokter. Awal berdirinya, FK-UMI memulai kegiatan akademik dengan jumlah mahasiswa yang sangat sedikit (45 orang) hingga saat ini mampu menampung kurang lebih1089 mahasiswa yang aktif baik di pre-klinik (tahap akademik) maupun klinik (tahap profesi).

Letaknya yang sangat strategis baik secara geografis maupun ekonomis, mempunyai fasilitas Rumah Sakit Pendidikan sendiri (RS. Ibnu Sina) yang letaknya berhadapan dengan kampus UMI, menjadikan fakultas ini mempunyai prospek yang sangat baik dalam konsep pengembangan ketrampilan klinik, pengenalan lebih dini dengan masalah klinik dan pelayanan kesehatan primer di masa mendatang

 

19. Fakultas Kedokteran Universitas Haluoleo

logo uh1

Universitas Haluoleo (Unhalu) didirikan pada tahun 1964 sebagai perguruan tinggi swasta filial dari Universitas Hasanuddin Makassar. Setelah tujuh belas tahun berselang, Universitas Haluoleo diresmikan sebagai perguruan tinggi negeri pertama di Sulawesi Tenggara oleh Dirjen Pendidikan Tinggi; Prof. Dr. Doddy Tisnaamidjaja mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang masa itu dijabat oleh Prof. Dr. Nugroho Notosusanto pada tangggal 19 Agustus 1981 sebagai perguruan tinggi negeri ke 42 di Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 tahun 1981 yang terdiri dari: – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan – Fakultas Ekonomi – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik – Fakultas Pertanian.

Ketika diresmikan, Universitas Haluoleo menempati kampus Kemaraya yang arealnya hanya seluas 7 Ha. Kondisi kampus yang relatif sempit ini mengharuskan para pendiri untuk mencari kampus alternatif sekaligus sebagai perluasan daya tampung`dan mengantisipasi pertambahan fakultas. Seiring dengan itu, kepercayaan masyarakat pun semakin besar terhadap Universitas Haluoleo, kendati hanya didukung oleh 17 orang tenaga dosen tetap.

Setelah dua tahun diresmikan, dimulailah pembangunan kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu yang menempati areal 250 Ha, yang ketika itu berada di pinggiran Kota Kendari, berjarak 14 kilometer dari pelabuhan laut Teluk Kendari. Setelah perluasan Kota Kendari, kampus Anduonohu saat ini berada di jantung kota. Bersamaan dengan itu, Senat Universitas Haluoleo menyhetujui singkatan Universitas Haluoleo berubah menjadi UNHALU.

Pembangunan kampus yang relatif luas ini membutuhkan waktu sekitar sepuluh tahun untuk merampungkan gedung perkulihan dan gedung perkantoran serta fasiltas penunjang lainnya. Menandai rampungnya pembangunan kampus Anduonoho ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro pada tanggal 4 April 1994 melakukan penandatanganan prasasti peresmian.

Menjelang penyelesaian pembangunan Kampus Anduonohu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menutup pengoperasian Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan Sekolah Guru Olahraga (SGO), sehingga semua fasilitas berikut tenaga pengajar dan karyawannya dialihkan ke Universitas Haluoleo. Sejak saat itu Universitas Haluoleo memiliki dua kampus perkuliahan utama, yakni; Kampus Kemaraya dan Kampus Anduonohu, ditambah dua kampus pendukung perkuliahan bekas SPG dengan luas areal 4 ha dan 3 ha bekas SGO.

Sebagai Perguruan Tinggi terkemuka di jazirah tenggara Pulau Sulawesi, Universitas Haluoleo secara aktif memberi sumbangan pemikiran dalam rangka pengembangan 2960 desa, 133 kecamatan, 10 kabupaten dan 2 Kotamadya yang ada di wilayah ini. Termasuk pertumbuhan penduduk Sulawesi Tenggara yang mencapai 2,72% per tahun, jauh di atas pertumbuhan rata-rata penduduk nasional yakni; 1,92. Saat ini penduduk Sulawesi Tenggara berjumlah 2,72 juta jiwa yang sebagian besar bermukim di pedesaan.

Kata “Haluoleo” diambil dari nama salah seorang raja pada Kerajaan Konawe yang hidup sekitar abad tujuh belas. Haluoleo selain dikenal sebagai pemimpin yang bijak, diyakini pula sebagai ksatria yang tak kenal menyerah dan gigih membela tumpah darahnya. Secara harfiah Haluoleo berarti delapan hari dalam bahasa Tolaki – bahasa penduduk asli Kerajaan Konawe yang mendiami Kendari.

 

20. Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Ambon

LOGO UNPATTI Universitas Pattimura, Ambon

Sejarah berdirinya Universitas Pattimura bermula pada saat beberapa tokoh masyarakat mengambil prakarsa untuk mendirikan suatu lembaga Pendidikan Tinggi di Maluku yang dimulai oleh seorang tokoh pendidikan yaitu Dr. J. B. Sitanala (almarhum). Ia adalah seorang dokter, tokoh di Maluku yang berjasa dalam bidang kemasyarakatan pada urnumnya dan bidang pendidikan pada khususnya.

Prakarsa diambil untuk mewujudkan aspirasi rakyat yang berpartisipasi dalam pembangunan Bangsa dan Negara terutama dalam bidang Pendidikan Tinggi dan Pengembangan llmu Pengetahuan. Untuk mewujudkan cita-cita yang luhur itu dibentuk suatu Yayasan Perguruan Tinggi Maluku Irian Barat pada tanggal 20 Juli 1955 yang diketuai oleh Bapak Cornelis Loppies.

Pada tanggal 3 Oktober 1956 Yayasan tersebut berhasil mendirikan Fakultas Hukum, yang kemudian tanggal ditetapkan sebagai hari lahir Universitas Pattimura. Selanjutnya berturut-turut didirikan Fakultas Sosial dan Politik pada tanggal 6 Oktober 1959, dan tanggal 10 September 1961 dibuka Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan.

Untuk menjadi sebuah Universitas Negeri, syaratnya harus ada sekurang-kurangnya dua Fakultas Eksakta. ltulah sebabnya maka pemerintah memutuskan membuka dua Fakultas Eksakta, masing-masing Fakultas Pertanian Kehutanan dan Fakultas Peternakan yang peresmiannya dilakukan pada tanggal 1 September 1963. Dengan bertambahnya dua Fakultas Eksakta tersebut, maka pada tanggal I Agustus 1962 Yayasan Perguruan Tinggi Maluku Irian Barat diresmikan menjadi Universitas Negeri dengan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 99 tahun 1962 tanggal 8 Agustus 1962 yang meliputi lima Fakultas yakni :

    1. Fakultas Hukum 
    2. Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan 
    3. Fakultas Sosial Politik 
    4. Fakultas Pertanian Kehutanan 
    5. Fakultas Peternakan

Kemudian dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 66 Tahun 1963, tanggal 23 April 1963 mengesahkan pendirian Universitas di Ambon dan diberi nama Universitas Pattimura. Universitas tersebut dipimpin oleh presidium yang terdiri dari :

    1. Soemitro Hamidjoyo, S.H. - Ketua 
    2. Kolonel Boesiri - Anggota 
    3. Drs. Soehardjo - Anggota 
    4. Dr. M. Haulussy - Anggota 

Selanjutnya pada tanggal 15 September 1965 dibuka Fakultas Ekonomi dan pada tanggal 16 April 1970 dibuka Fakultas Teknik yang memanfaatkan bangunan-bangunan eks proyek Fakultas Teknologi Ambon (FTA). Pada bulan Agustus 1964 Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan beralih status menjadi IKIP Jakarta Cabang Ambon dengan Rektomya Drs. F.F.H. Matruty. Kemudian pada tanggal 16 September 1969 IKIP Jakarta Cabang Ambon diintegrasikan kembali ke dalam Universitas Pattimura menjadi dua fakultas yaitu Fakultas Keguruan dan Fakultas llmu Pendidikan. Pada tahun 1974 Fakultas Peternakan dilengkapi dengan jurusan Perikanan dan sekaligus mengalami perubahan nama menjadi Fakultas Peternakan/Perikanan. Berdasarkan Keputusan Presiden Rl Nomor 73 Tahun 1982 tentang susunan organisasi Universitas Pattimura, maka pada saat ini Universitas Pattimura memiliki 8 Fakultas dan 2 Program Studi, yaitu :

    1.  Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan 
    2.  Fakultas Hukum 
    3.  Fakultas Ekonomi 
    4.  Fakultas llmu Sosial dan llmu Politik 
    5.  Fakultas Pertanian 
    6.  Fakultas Perikanan 
    7.  Fakultas Teknik
    8.  Fakultas MIPA
    9.  Prodi Kedokteran (2009)
    10. Prodi Pasca Sarjana

Dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 40/M Tahun 1971, lr. L. Nanlohy Dekan Fakultas Teknik ditetapkan sebagai Rektor Universitas Pattimura yang pertama. Kemudian dengan SK Presiden Nomor 69/M Tahun 1976, M.R. Lestaluhu, S.H. diangkat sebagai Rektor Unpatti yang kedua, yang selanjutnya dengan SK Presiden Rl Nomor 43/M Tahun 1981 beliau ditetapkan untuk masa jabatan kedua. Setelah itu dengan SK Presiden Nomor 89/M Tahun 1985 DR. lr. J. Ch. Lawalatta, M.Sc. ditetapkan sebagai Rektor Universitas Pattimura. Sebagai Rektor yang berikut yaitu Prof. DR. lr. J. L. Nanere, M.Sc. ditetapkan dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 247/M Tahun 1989. Selanjutnya dengan SK Presiden Nomor 207/M Tahun 1994 ditetapkan DR. M. Huliselan sebagai Rektor Universitas Pattimura kemudian dilanjutkan dengan Prof. Dr. H.B. Tetelepta, MPd 2004- 2008 dan periode kedua 2008 sampai sekarang.

 

21. Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana

images (3)

Keinginan dan wacana membuka Pendidikan Dokter di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebenarnya sudah lama ada. Akan tetapi secara serius dan tersistematis barulah dilakukan oleh Rektor Universitas Nusa Cendana Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App.Sc., Ph. D. Pada bulan November tahun 2005 dibentuklah Panitia Pembukaan Pendidikan Dokter di Universitas Nusa Cendana Kupang. Selanjutnya Panitia melakukan berbagai kegiatan mulai dari pejajagan, studi kelayakan dan sosialisasi secara nasional, di Provinsi NTT dan Kabupaten/Kota se-NTT untuk mendapat dukungan dari berbagai pihak baik secara nasional, provinsi NTT dan kota/kabupaten se-NTT. Melakukan studi banding ke berbagai Fakultas/Prodi Kedokteran yang sudah maju dan baru mulai di buka (Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Udayana, Universitas Hasanuddin, Universitas Lampung dan Universitas Mataram).

Pada tanggal 24-25 April 2007, diselenggarakan Seminar dan Lokakarya “Pendirian Fakultas Kedokteran di Universitas Nusa Cendana” sekaligus Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Nusa Cendana dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan antara Universitas Nusa Cendana dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pada tanggal 5-7 September 2007 dilakukan Workshop tentang “Kurikulum Pendidikan Dokter di Universitas Nusa Cendana.” Pada akhir November 2007: Panitia Pendirian Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana dipimpin oleh Rektor Undana didampingi oleh Ketua DPRD Provinsi NTT, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Direktur RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang mengantarkan Proposal Pendirian FK Undana ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional RI, Departemen Kesehatan RI, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Komisi X DPR RI di Jakarta. Pada tanggal 13-15 Maret 2008 Panja Pendidikan Kedokteran Komisi X DPR RI mengadakan kunjungan Kerja Peninjauan Persiapan Pendirian Fakultas Kedokteran Prov. Nusa Tenggara Timur di Universitas Nusa Cendana.

Pada tanggal 21-23 Mei 2008 Tim Visitasi Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang terdiri dari dr. Djauhari, Prof. Qomariah dan dr. Untung Suseno melakukan visitasi kelayakan Pembukaan Program Studi Kedokteran di Universitas Nusa Cendana. Pada tanggal 11 Juli 2008 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional RI menerbitkan surat no.: 2122/D/T/2008 tentang Ijin Penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Dokter (S1) di Universitas Nusa Cendana. Disusul Surat Keputusan Rektor Universitas Nusa Cendana no. 170/PP/2008 tertanggal 20 September 2008 tentang Pendirian Fakultas Kedokteran pada Universitas Nusa Cendana dan Surat Keputusan Rektor Universitas Nusa Cendana no.: 171/KP/2008 tertanggal 22 September 2008 tentang Pengangkatan Dekan dan Pembantu Dekan pada Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Disusul dengan seleksi penerimaan mahasiswa dan pada awal Oktober 2008 dilaksanakan Kuliah Perdana Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana yang diikuti oleh 52 orang mahasiswa angkatan I (tahun 2008/2009).

Pendidikan Dokter di Universitas Nusa Cendana ini bermitra dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. Sekarang kegiatan akademik sudah selesai tahun ke-3 dan akan memasuki tahun ke-4. Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana telah memiliki 150 mahasiswa (3 angkatan), 23 dosen tetap, 3 bangunan utama, laboratorium (terpadu dan ketrampilan klinis/CSL), perpustakaan, fasilitas teknologi informasi, sarana dan prasarana penunjang lainnya.

 

22. Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih

logo-universitas-cendrawasih-uncen-papua-2

Universitas Cenderawasih (UNCEN) didirikan pada tanggal 10 Nopember 1962 di Kota Baru (Sekarang Jayapura) berdasarkan Keputusan Bersama WAMPA/Koordinator urusan Irian Barat dan Menteri PTIP Nomor : 140/PTIP/1962 dan disahkan dengan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 389 Tahun 1962.

Pada saat itu Uncen merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah Indonesia Pertama yang dibentuk setelah Kantor Wilayah Pemerintahan Indonesia.Pada saat itu dibentuk 4 (empat) Fakultas yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu Hukum Ketatanegaraan dan Ketataniagaan (FHKK) berkedudukan di Jayapuran, sedangkan Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan berkedudukan di Manokwari dan pada tanggal 17 Agustus 1964 diresmikan menjadi Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (FPPK) dan kegiatan Akademik baru dimulai tanggal 5 Oktober 1964.Namun beberapa tahun kemudian 2 (dua) Fakultas yang ada di Jayapura yaitu FKIP dan FHKK dilebur menjadi FIHES, yang kemudian menjadi FE, FISIP, FE sedang FPPK yang berkedudukan di Manokwari menjadi FAPERTA.

Pada tahun 2002 FAPERTA lepeas dari UNCEN dan menjadi Universitas Negeri Papua (UNIPA). SEiring dengan pertambahan minat masyatakat untuk melanjutkan pendidikan, maka pada tahun 2002 di buka program pendidikan Dokter (PPD), selanjutnya pada tahun 2009, status PPD ditingkatkan menjadi Fakultas Kedokteran (FK). Saat ini di dalamnya bernaung Program Pendidikan Keperawatan (PPK). PAda tahun 2005, Jurusan Ilmu Kesehatan MAsyarakat (IKM) yang bernaung di bawah FMIPA, mengalami peningkatan menjadi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Pada Tahun 2011 bertambah lagi satu fakultas, yaitu Ilmu Keolahragaan (FIK).

Sampai sekarang universitas cenderawasih telah memiliki 9 (sembilan) fakultas. Dalam perkembangan selanjutnya, uncen telah membuka program pasca sarjana.